Tuesday, December 29, 2015

Premiere NGENEST Movie

Pulang kantor kemarin, gw langsung ke Epicentrum untuk ketemu dengan kawan yang ngajakin nonton premiere Ngenest *thank you Cindy uda ngajakin, thank you Ernest buat tiketnya, dan maaf Anett, teman saya satu lagi yang ketinggalan diajakin hahaha*

Sekitar jam 7 gw udah di XXI Epicentrum, dan udah rameee banget. Setelah menunggu-nunggu, akhirnya "Pintu teater 1 telah dibuka, para penonton yang telah memiliki tiket dipersilahkan memasuki ruangan teater" berkumandang.

Kami pun segera mengantri masuk dan menempati tempat duduk yang tertera di tiket kami. Acara ini dikawal oleh 2 MC kebanggaan Bekasi, Adjis dan Awwe. Ernest pun memberikan kata sambutan *resmi amat ya* mengenai pesan apa yang ingin disampaikan dalam film ini, dan diikuti oleh Sky dengan sambutannya "Makasi ya uda nonton papa aku" aww, cute. 

Ternyata ada tamu special yang datang juga kemarin malam, Wakil Gubernur DKI Jakarta pak Djarot Saiful Hidayat mewakili pak Gubernur yang tidak bisa hadir malam itu.

Setelah sambutan dari pak Wagub, saatnya menonton.
Sebaiknya tidak gw ceritakan adegan-adegan di film ini ya, daripada ntar spoiler =)

Alur cerita di film ini menurut gw pas, tidak terlalu lama dan berlarut-larut. Durasinya berasa kurang lama jadinya nih haha..

Cukup mengagetkan juga gimana perlakuan yang diterima Ernest dari jaman SD hanya karena dia seorang keturunan Cina. Beruntunglah gw yang ga pernah merasakan sama sekali di-bully seperti yang diceritakan di film ini.

Ceritanya mengalir, layaknya Ernest kalau sedang menyampaikan bit-bit stand up comedy-nya.
Emosi gw pun ikut terombang ambing di setiap adegan #tsah
Lucu, uda pasti. Mengharukan dan menyedihkan, ada juga. Adegan-adegan yang bikin penonton serempak bilang "oooww.. co cuit" pun ga ketinggalan.
Gw inget banget ada beberapa adegan di mana mata udah berkaca-kaca, udah mau siap-siap minta tissue ke tetangga, tapi batal karena langsung diajak ketawa lagi.
Beberapa adegan tentang kehidupan keluarga keturunan Cina, bikin gw cengar cengir sendiri, mengiyakan.

Pemilihan para tokoh di film ini juga menurut gw sesuai dan pas banget *masih pada pas juga pake seragam SMP hihi*
Kemunculan beberapa pemain yang ga disangka, bener-bener jadi kejutan yang gw terima selama nonton.
Soundtrack yang dibawakan oleh The Overtunes pun terasa semakin melengkapi indahnya film ini.

Keren lah pokoknya. Jadi, sebelum tahun baru, sebaiknya kunjungi bioskop terdekat karena film Ngenest akan tayang tanggal 30 Desember 2015.

Congrats koh Ernest! Ditunggu karya-karya berikutnya. Jia you!!
Foto bareng sebelum nonton

Lagi diinterview sambil ngebongkar isi tas

Dan akhirnya isi dompet ikutan digeledah juga

Para pemain Ngenest

Bapak Wagub sedang menyampaikan sambutan

Untunglah kami sempat foto bersama sebelum nonton - Thanks a lot koh!

Thursday, December 10, 2015

Looking forward for next trip

Dasar impulsif atau nafsu pengen jalan-jalan.

Tiket ke China besok belum juga lunas dibayar (maklum cicilan 12x), berangkat ke China pun belum.
Kemarin malem saya uda beli tiket lagi untuk Januari tahun depan. Kurang dari 1 bulan saya dan seorang teman mo bertualang lagi.

FYI, saya resign dari kantor yang sekarang dan punya waktu 9 hari sebelum join ke kantor yang baru. 
Sayang rasanya kalau tidak dimanfaatkan. Sementara sekarang ini kalau mau ngajuin cuti tuh deg-degan setengah mati. Jadi langsung lah cari partner, dan untung ada yang mau.

Sekarang pusing nyari tempat nginep dan nyusun itinerary lagi untuk trip yang akan berlangsung kurang 1 bulan dari sekarang hihihihi

Pengajuan Visa China


Berhubung 1 minggu lagi mau mudik ke kampung halaman *cie elah*, maka tanggal 19 November yang lalu saya dan teman pergi ke gedung The East di Mega Kuningan untuk mengajukan pembuatan visa China. Di gedung The East itu lah visa center untuk China berada. Tadinya saya pikir pengajuan visa di Kedutaan China yang jaraknya lebih dekat dari kantor, ternyata bukan.

Semua cara pengajuan visa, persyaratan dokumen termasuk harga sudah dicantumkan secara jelas di dalam website ini.

Dokumen yang dibutuhkan relatif lebih simple dibanding pengajuan visa ke 3 negara lain yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Tidak diperlukan surat keterangan kerja dan yang paling menyenangkan, tidak perlu copy rekening koran selama 3 bulan terakhir. Fiuh.

Dokumen yang diperlukan:

1. Pengisian formulir yang bisa di-download di website di atas, dan dilengkapi dengan 1 lembar foto berwarna ukuran 4x6 dengan background berwarna cerah.
2. Paspor asli yang masih valid.
3. Fotocopy halaman data paspor (yang ini saya ga perhatikan padahal sudah disebut di website, alhasil setelah sampai depan loket, saya harus ke luar dulu cari tukang foto copy terdekat. Untung petugasnya baik jadi saat kembali saya boleh langsung ke loket tanpa harus mengambil nomor antrian lagi).
4. Fotocopy KTP – sejauh mata memandang dokumen ini tidak disebutkan di website, tapi saya sudah bawa karena ada teman yang juga mau mengajukan visa dan bilang perlu pakai fotocopy KTP dan KK, namun ternyata fotocopy KK tidak diperlukan.
5. Tiket pesawat return.
6. Bukti booking penginapan.
7. Itinerary perjalanan selama di China.

Menurut informasi di website, visa center buka mulai pukul 09.00 – 15.00 untuk pengajuan Visa, dan pukul 09.00 – 16.00 untuk pengambilan visa. Jadi saya dan teman sudah sampai di The East sebelum jam 9, langsung naik ke lantai 2 dan berjalan ke sisi sebelah kanan di mana visa center berada. Saat itu sudah ada beberapa orang yang antri di depan pintu yang belum dibuka.

Tepat jam 9 pintu dibuka, dan saya langsung mengambil nomor antrian. Belum sempat duduk, nomor saya sudah langsung dipanggil. Sebenarnya kalau semua dokumen lengkap, pengurusan visa ini paling hanya 5 menit sudah selesai, tapi karena saya tidak bawa fotocopy paspor, jadi lama deh. Setelah dicek kelengkapan dokumennya, maka petugas akan mencetak tanda terima yang harus dibawa saat pengambilan nanti. Pembayaran baru dilakukan nanti saat pengambilan visa.

Saya kemarin apply ber-2 dengan teman saya, dan diberikan hanya 1 tanda terima dengan keterangan terdapat 2 paspor yang nanti akan diambil.

Hari Selasa, 24 November 2015 saya melakukan pengecekan di website mengenai status visa saya. Ternyata benar, proses-nya 4 hari kerja dan sudah bisa diambil. Jadi sekitar jam 14.30 saya ke The East untuk membayar dan mengambil paspor yang mudah-mudahan sudah ditempel visa *karena ga tau status visa-nya apakah approve atau tidak*

Sampai di visa center saya minta nomor antrian ke satpam sambil bilang “mau ambil visa”, lalu setelah menunggu nomor antrian saya dipanggil ke loket untuk melakukan pembayaran, kemudian pindah ke loket di sebelahnya untuk melakukan pengambilan paspor. Sore itu visa center agak ramai, tidak seperti pagi hari saat saya melakukan pengajuan visa. Tapi waktu menunggunya tidak terlalu lama kok.

Setelah mengambil paspor, saya langsung girang. Sudah ada visa China tertempel di sana. Saya langsung mengecek kebenaran data di visa dengan data pribadi saya dan teman untuk memastikan tidak ada data yang salah.

Ihiy, akhirnya urusan visa selesai. Tinggal packing dan berangkat. Setelah kemarin dikhawatirkan dengan badai salju yang melanda China, sekarang dikhawatirkan dengan kabut asap akibat polusi di Beijing yang sangat pekat. Semoga 1 minggu lagi kabut asap mereda karena dari foto-foto yang beredar, kabut asap ini sangat tebal dan jarak pandang menjadi sangat rendah bahkan tembok China pun tertutup asap.

Wednesday, September 2, 2015

北京,我来了!

Dua kali travelling pas musim dingin, ternyata bukan bikin kapok karena kedinginan, malah jadi ketagihan untuk travelling saat dingin.
Akhirnya keluar ide gila untuk ke Hongkong pas akhir tahun, karena Hongkong termasuk negara 4 musim yang lagi dingin di bulan Desember, dan ga perlu apply visa.

Saat mengutarakan niat untuk ke Hongkong pas akhir tahun, temen malah ngajak ke Beijing dan Shanghai. Err.. boleh juga sih, belum pernah. Dan tadinya kan emang mo ke Beijing tapi malah jadi ke Korea awal tahun ini.

Temen pun langsung semangat mencari tanggal untuk travelling dengan cuti yang terbatas, cuma 4 hari. Akhirnya dipilihlah tanggal 24 Desember 2015 s/d 3 Januari 2016. Wah mayan Natal dan Tahun Baru di negeri orang. Langsung berkhayal untuk melihat matahari pertama di tahun 2016 di Great Wall.

Keputusan untuk ke China ini dibuat di bulan Juli 2015. Masih ada waktu lah sktr 5 bulan untuk mencari tiket dan mempercantik nomor rekening untuk bikin visa.

Cita-citanya ga mau naik budget airlines, soalnya dari pengalaman ke Korea kemarin, harga tiket budget airlines (AirAsia) dan full board (Garuda) ga beda jauh. Udah gitu lebih enak full board karena ada bantal, selimut, free flow minuman, entertainment in flight. Sementara yang budget airlines harus mikir mo beli makan berapa kali, beli minum atau ngisi botol air minum ampe penuh sebelum naik ke pesawat. Ga ada in flight entertainment, harus bawa selimut sendiri karena takut kedinginan.

Jadi saya dan teman mulai searching harga tiket di website airlines full board. Duh, mahal-mahal banget yah di tanggal yang kami mau. Masa satu kali jalan udah 5juta lebih. Masa harga tiket PP ke China sama kaya harga tiket ke Eropa. Kalau mau naik budget airlines, masih dapet sih 5juta PP. Tapi sampai di China jam 1 pagi, dan pulang dari China jam setengah 2 pagi. Ga enak amat jadwalnya.

Maka saya mulai pasang radar kalau-kalau ada travel fair. Setelah agak desperado karena harga yang ga kunjung turun. Tanggal 28-30 Agustus 2015 kemarin akhirnya ada travel fair yang diselenggarain sama Kompas. Airlines-nya pun bermacam-macam ga cuma GA. Saya dan teman pun langsung merencanakan untuk dateng ke sana, dan sehari sebelumnya udah bikin plan A, plan B dst-dst supaya pas di pameran ga pake mikir lagi klo harus berubah jadwal menyesuaikan tiket. Termasuk mengecek harga tiket di web-web airlines.

Ternyata cara itu cukup efektif. Akhirnya saya berhasil mendapatkan tiket Jakarta - Beijing, Shanghai - Jakarta dengan harga 5.7juta rupiah dengan Cathay Pasific. Walau, saya harus mengubah tanggal menjadi lebih awal sehingga batal menikmati matahari pertama 2016 di Great Wall karena tanggal 24 Desember 2015 sudah masuk black out period alias tidak masuk harga promo. Selain itu saya juga harus transit di Hongkong dengan waktu hanya 1 jam, dan sampai lagi di Jakarta jam 11 malam haha.. Maklum lah, mau murah, ya gimana lagi.

Yang lebih menyenangkan lagi, kebetulan bank mantan kantor adalah bank yang berpartisipasi di travel fair kemarin .Jadi, saya dapat cash back 500ribu rupiah, dan bisa nyicil 12x haha.. Sampai pulang pun masih nyicil tiket *waktu bilang minta cicilan 12 bulan, ada tante-tante yang liatin saya sambil bisik-bisik ke anaknya* Ih pasti si tante sirik deh ga punya kartu kredit bank yang ngasi promo ini =)

Jadi, beberapa lesson learned yang saya ambil dari travel fair kali ini:
1. Harus sudah punya rencana mau ke mana, tanggal berapa, berapa orang
2. Bikin kombinasi tanggal, jadi kalau tanggal awal tidak bisa, sudah langsung punya backup. Ga pake mikir lama-lama di depan mbak ticketingnya. Kasian yang antri di belakang.
3. Catat harga-harga tiket yang ada di website airlines yang diinginkan. Jadi pas dapet harga dari mbak ticketing, kita bisa langsung tahu bahwa harga yang ditawarkan memang lebih murah. Kan tujuan ke travel fair emang mau dapat tiket murah bukan :D
4. Datang awal, sepagi mungkin. Kemarin saya sampai di lokasi sekitar jam 9.30. Travel Fair baru dibuka jam 10, tapi antrian sudah ada di depan loket yang masih tutup. Semakin pagi, semakin sepi, maka semakin leluasa kita mencari info dan tidak perlu antri lama.
5. Cari informasi bank apa yang bekerja sama dengan travel fair yang akan didatangi. Lumayan, promonya banyak. Seperti saya kemarin dapat cash back dan bisa mengubah transaksi jadi cicilan. Dan yang lebih penting lagi, tidak kena charge 2,5%. Males kan kalo kena charge 2,5% atau harus bayar cash banyak-banyak.

Masih ada waktu sekitar 3 bulan untuk menyusun itinerary, mencari hotel, dan apply visa yang ternyata ga butuh copy rekening tabungan. Horay!

Friday, June 19, 2015

#HAPPINEST 6 Juni 2015 – Yang Penting Happy


Sebagai fans garis keras Ernest, tentu gw udah beli tiket #HAPPINEST di hari pertama penjualan tiket tanggal 1 Mei 2015. Di hari terakhir jadi anak kos, menjelang diusir dari kamar kos *lebay*, laptop tetep standby di meja buat beli tiket, temen sampe geleng-geleng liat kelakuan gw =D

Hari Sabtu 6 Juni yang lalu, gw dan teman-teman menuju ke Balai Sarbini dari sore. Tuker tiket, nyari makan, lalu bersiap masuk ke dalam venue. Antrian di luar agak berantakan, karena emang lobi Balai Sarbini agak sempit dan pintu masuk ada dari berbagai penjuru. Kami sempat kebingungan harus mengantri di mana karena ga ada info di manakah antrian untuk tiket Gold *songong* Tapi ternyata semua antri bersama-sama, baru di dalem berpisah mencari tempat duduk masing-masing. Duduknya juga berdasarkan kejujuran masing-masing soalnya di tiket yang kita pegang ga ada tanda lagi silver atau gold karena tulisan kelas tiketnya dirobek di depan pintu masuk yang ga dibuka berbarengan untuk semua pintu=)) *mungkin di tiketnya ada kode-kode khusus yang hanya diketahui panitia buat nandain kelas tiket* :p

Acara dimulai sekitar jam 7.45, diawali dengan pembacaan doa oleh Soleh Solihun dari Majelis Tidak Alim. Soleh meminta penonton untuk menjawab “amin” atas setiap doa yang diucapkan. Dan poin-poin doa-nya buanyaaakk bangett.. Penonton ga cuma cape nge-aminin, tapi cape ketawa juga =))
“Semoga Opini.id mau jadi sponsor lagi, tapi lain kali semoga sponsorinnya gede, ga kaya sekarang, sponsornya kecil tapi minta spot paling gede, amin?”

“Semoga Ernest dijadiin pembawa acara lagi di Kompas TV, masa cuma karena twitpic terus ga jadi pembawa acara lagi, amin?”

“Semoga cewe-cewe yang pake sandal Crocs sadar, bahwa sandal itu uda jelek, mahal lagi! Amin?” *jleb  banget ini, karena Crocs jadi sandal andalan buat ke kantor karena gampang nyucinya kalo ampe keujanan* =))

Setelah Soleh, saat-nya duo Ge Pamungkas dan Arie Keriting muncul suara-nya. Iya, cuma suaranya doank. Mereka ber-2 bacain peraturan selama menonton pertunjukan. Makin mereka bacain peraturan, makin gw berharap mereka akan muncul di panggung. Ga asik klo denger suaranya aja :p

“Dilarang merekam pertunjukan, dilarang merekam penonton, apalagi merekam penonton yang sedang merekam pertunjukan”

“Buat para komika yang menonton, dilarang menebak-nebak punchline”

“Dilarang mengeluarkan suara “eaaa.. eaaa” selama menonton pertunjukan”

“Dilarang ke luar masuk ruangan selama pertunjukan berlangsung, apalagi keluar lewat panggung”

“Penonton  yang terlambat dilarang masuk” 
 tapi statement ini disambung lagi sama Arie 
“Gimana yang telat tau kalau mereka ga boleh masuk ya, kan saat peraturan ini dibacakan, penonton yang telat belum masuk venue” *bener juga ya*
Masih banyak dilarang-dilarang lainnya yang bikin ketawa.

Setelah cukup pemanasan ketawanya, saatnya opener tampil. Komika pertama, Sakdiyah Ma’ruf.
Dimulai dengan cerita perjalanan karir-nya, di tur pertamanya Ernest yang judulnya “Merem Melek Tour” di Jakarta, Sakdiyah jadi opener di sana. Lalu ini udah stand up show special-nya Ernest yang ke-4, dan Sakdiyah masih jadi opener juga. Tapi gpp yah walau masih jadi opener juga, yang penting kan ke Oslo untuk menerima award di sana. Sebelum berangkat ke Oslo, karena akan transit di Turki, maka orang tua-nya berpesan “Kalau mau bergabung dengan ISIS, jangan sampe masuk TV” =))  Karena duduk di deket stage, gw jadi perhatiin kostumnya Sakdiyah yang ternyata malam itu pake sepatu New Balance *yay hidup New Balance* #salahfokus
Sakdiyah Ma'ruf
Selanjutnya Chevrina Anayang. Dengan gayanya yang santai dan cuek, membawakan keresahan tentang karir-nya yang jadi penyanyi tapi kurang dikenal. Orang-orang tentu lebih mengenal Tangga dengan personil-nya Kamga ato adek-nya Didi Riyadi. Terus lanjut ngebahas artis yang masih pengen jadi berita, contohnya KD. Cerita tentang KD, baju yang dipakai KD di konser Raisa, dugaan penonton kalo KD bakal jadi guest di konser Raisa, semua dibawakan dengan gaya emak-emak di komplek klo lagi ngomongin orang. Belum lagi perumpaan “lagi kehausan, pesen es teh manis tapi begitu dateng, cuma ngejilatin embun-embun yang ada di luar gelas”. Keren banget analoginya =D

Chevrina Anayang
Komika ke-3, bule kelahiran Kanada yang uda tinggal 14 tahun di Indonesia, Sacha Stevenson. Gw tau dia dari youtube, ada beberapa video youtube-nya yang gw tonton, menggambarkan kelakukan orang Indonesia, yang emang begitu lah adanya, kadang malu2in sih, tapi ya gimana =D Gw salut sama dia yang cinta banget sama Indonesia. Gw yang orang Indonesia kayanya kalah rasa cintanya sama negara sendiri. Sacha menceritakan tentang pengalamannya selama tinggal di Indonesia, dari noraknya pas pertama kali melihat sayur mayur yang ada di Superindo dan ga ada di Kanada, masak sop bengkoang karena mengira bengkoang itu sayur =)) sampe endingnya ditutup dengan bilang bahwa ini adalah the best 14 years of her life. Gile gw terharu pas denger dia ngomong gitu *emang gw mellow anaknya* ;p

Sacha Stevenson
Abis komika ke-3, ada break sejenak supaya penonton bisa ke toilet dulu dan supaya penonton yang telat bisa masuk ke venue. Duo Ge dan Arie bertugas mengisi kekosongan saat jeda ini dengan suara mereka. Mungkin karena bingung ya mo ngomongin apa lagi, yang ada mereka ber-2 jadi iseng nge-dubbing orang-orang yang baru balik dari toilet, tentu dengan komentar yang aneh-aneh. Untung gw ga pengen ke wc =)

Setelah semua penonton balik, saatnya opener tetap tour #HAPPINEST Ardit Erwandha tampil. Tampil sangat energik, ampe naik ke panggung ga pake tangga, langsung lompat aja naik. Penampilannya mengingatkan gw akan Ge Pamungkas (cuma mengingatkan, ga berarti Ardit mirip Ge yah hehe) yang dulu pun jadi opener tetap tour pertama-nya Ernest Merem Melek Tour. Ekspresif, ga bisa diem, heboh, semangat, dan cakep #eh Dimulai dari cerita-nya ditelpon sama Ernest buat diajak jadi opener.
Ernest: “Hallo Ardit, telepon gw”
Ardit: “Dasar Cina!”

Terus cerita lagi pertemuannya dengan duo serigala. Jujur, gw ga tau siapa itu duo serigala. Tapi pas Ardit cerita, baru lah gw ngeh siapa yang dimaksud =))

Dan penutupnya oke banget, cerita lagi naik pesawat dan di sebelahnya ada anak kecil. Saat pesawat mulai take off:
Anak kecil: “Ma, kita mo terbang ke langit ya”
Ardit: *dalam hati* “wah, anak pinter”
Mama si anak: “Iya nak”
Anak kecil: “ketemu Allah donk”
Ardit: @#$!# !!

Ardit Erwandha
Saat-nya yang punya acara tampil. Membuka dengan cerita bahwa show-nya kali ini katanya ga sold out, lalu dengan bijaknya ditanggapi “gpp, santai aja. Sekarang seneng-seneng dulu” abis itu baru “aduhh.. amsiong, rugi gw!!”
"Aduhh, amsiong!!"
Dari awal Ernest udah bilang, bahwa beda dengan show ILLUCINATI-nya tahun lalu yang materi-nya agak berat karena bertepatan dengan Pemilu, maka show HAPPINEST kali ini materi-nya lebih ringan. Pokoknya happy-happy aja. Bit-nya kebanyakan bercerita tentang keluarga, 2 orang anaknya Sky dan Snow, perjalanan keluarga ke Jepang, perjalanan pulang kampung ke Beijing tapi dibayarin sama orang India buat syuting film *mending lah uda pulang kampung, lah saya belum pernah nih – malah curhat*, dan cerita-cerita ringan lainnya yang sayang untuk dilewatkan *eh kok kaya pembawa acara gosip ya*. Seperti biasa, Ernest selalu membawakan bit-nya layaknya sedang ngobrol dengan penonton. Gw menanti-nanti bit Beijing karena tadinya mau dibawain di acara Gerakan Senyum Massal  tahun lalu tapi ternyata disimpen dulu, dan bit Onsen karena dari kemarin-kemarin emang stalker-in twitter-nya Ernest =))

Asli ya, kok bisa sih kepikir bikin materi begitu banyaknya hanya dari satu atau dua ide pokok. Bit Beijing tuh bisa melebar ke mana-mana, padahal pelaku utamanya cuma 1, si t*kai =)) Bermula dari penemuan t*kai di toilet, berlanjut jadi pengolahan t*kai jadi biogas yang bisa buat masak *jadi klo gas di rumah abis, tinggal suruh orang rumah setor aja ke toilet biar ada gas lagi*, sampe terakhir penemuan t*okai bertumpuk-tumpuk di toilet  cuma kurang teriakan ala cheerleaders “T-*-K-A-I, T*kai”.

Sepanjang kurang lebih 1 jam 20 menit Ernest melempar bit-bit-nya ke penonton, menguasai panggung, berputar-putar ke seluruh sisi panggung yang bunder itu supaya semua penonton kebagian lihat muka-nya, ga cuma punggung-nya aja.

Sebagai penutup, Ernest cerita tentang Sky yang masih kebingungan menerima konsep adanya perbedaan keyakinan,  kemudian akhirnya melakukan hal yang absurd yaitu menggelar kain di depan lukisan Yesus yang sedang berdoa di Taman Getsemani, berlutut dengan tangan disatukan di depan dada seperti Yesus di lukisan itu, tapi kemudian melakukan gerakan seperti umat Muslim yang sedang berdoa.

Pose Ernest di foto ini menutup HAPPINEST dengan sukses, teriring dengan tawa dan tepuk tangan penonton yang memenuhi Balai Sarbini malam itu.
Ernest menirukan Sky
Di luar leher pegel karena duduk-nya terlalu deket sama stage, gw puas nonton-nya malam itu. Kangen nonton Ernest di panggung stand up comedy terbayar malam itu. Panggung bunder dan penonton yang mengelilingi-nya bikin suasana lebih intim.
Tapi mungkin karena efek udah dibuat ketawa dari awal sama Soleh, Arie, Ge, dan 4 opener-nya, penampilan Ernest jadi berasa kurang lama, padahal udah 1 jam lebih hihihi ;p
Penyesalan gw cuma satu sih, lupa bawa kamera! Alhasil, Cuma punya foto seadanya dari handphone aja.
HAPPINEST All Stars *bener2 foto seadanya dr kamera HP*

Seperti biasa, ada sesi foto bersama selesai acara. Ernest udah keliatan kecapean, sementara Sky masih semangat berpose buat foto bersama kami =))
Salah satu foto hasil difotoin adek saya

Semoga Ernest sering-sering bikin stand up special, amin.
Semoga Ernest tetep humble, amin.
Semoga Ernest & keluarga selalu happy, amin.
*ter-Soleh Solihun*

Tuesday, June 16, 2015

Tak Kenal Maka Tak Sayang #Balasdi18

Sejak tahun 2011, saya udah nonton Pandji  ber-stand up comedy. Pertama kali nonton *tapi akhirnya cuma dengerin suaranya doank* di sebuah cafe di Senayan City, pada tahun 2011 untuk rekaman acara Provocative Proactive-nya Hard Rock FM. Tapi karena kala itu saya anak kos yang punya jam malem, terpaksa jam 11 malem saya pulang padahal belum giliran Pandji untuk tampil. Alhasil dengerin dari radio aja di taksi -_-"

Berikutnya saya nonton Bhinneka Tunggal Tawa di Desember 2011, dan sejak saat itu ga pernah absen nonton stand up comedy special-nya Pandji, Merdeka Dalam Bercanda dan Mesakke Bangsaku. Pernah juga datang ke Twivate Concert di Epicentrum, dan itu sepertinya Twivate Concert yang terakhir. Sampe sekarang belum ada lagi soalnya =D
Dan tidak lupa sesekali dateng ke acara-acara stand up comedy lain, yang kebetulan ada Pandji juga (yang saya inget karena ada catetannya di blog saya ini: acara stand up nite di Binus di tahun 2012 dan di Rolling Stone Cafe untuk keperluan taping Metro TV acara Stand Up Comedy Show #BuatPepeng, kala itu untuk menggalang dana untuk alm. Pepeng di tahun 2012).

Nah, foto di bawah ini diambil setelah selesai acara di Rolling Stone, kayanya ini foto pertama kali sama Pandji. Rame-rame dengan posisi yang ntah kenapa kaya diatur semua berdiri dengan posisi miring ke arah yang sama =))
Saat itu, mungkin karena cape, kami merasa kayanya kok Pandji ga asik ya orang-nya. Waktu diajak ngobrol, jawabnya seadanya ih *peace, bang*

Berfoto bersama setelah tapping di Rolling Stone (saya yg pake baju merah)

Sampai akhirnya pada tahun 2014 saya terpilih ikut MBWT Brisbane, saya membuktikan sendiri kalo Pandji itu asikkk, rame, ramah banget orangnya dan jauhhh dari kesan sombong.

Foto bersama team MBWT di Bandara Brisbane (coba cari saya yang mana)
Foto di atas bukan dari kamera handphone saya, tapi dari kamera iPhone 5-nya Pandji *permisi, saya minjem foto-nya yah*
Foto sesaat setelah saya dan Gilang mendarat di Brisbane untuk MBWT Brisbane. Saya bukan tipe orang yang mudah akrab dengan orang yang baru ditemui. Jadi saat diumumkan jadi pemenang, sampai sebelum berangkat, saya khawatir bakal diem-diem, malu-malu *or malu-maluin* selama jalan bareng di Brisbane. Tapi ternyata begitu sampai, saya inget banget Pandji melambaikan tangan sambil teriak "SANTI!!". Begitu saya mendekat, langsung bersalaman, dikenalin sama team MBWT yang lain. Dan saat itu juga kekhawatiran saya hilang. Pandji & team memperlakukan saya dengan begitu baik.
Selama perjalanan MBWT, saya melihat sendiri kalau Pandji tuh artis yang ga ngartis. Buktinya, Pandji mau tidur beramai-ramai dalam satu kamar dengan team-nya, sementara saya tidur dalam 1 kamar sendiri *dikeplak*

Saya membuat tulisan ini karena mau meramaikan kuis #Balasdi18 yang diadakan Pandji setiap tanggal 18 setiap bulannya. Sekali lagi saya dibuat kagum dengan cara Pandji untuk menghargai para penggemar karyanya dengan mengadakan kegiatan semacam ini. Soal kuis #Balasdi18 bermacam-macam dan bermacam-macam pula hadiahnya. Bulan Juni adalah bulan ulang tahun-nya Pandji, maka hadiahnya kali ini lain daripada bulan-bulan lainnya, yaitu iPhone 6. Kebetulan nih HP saya uda minta pensiun *becanda, ntar HP saya ngambek beneran*

Katanya pamali klo ngucapin selamat ulang tahun duluan sebelum hari-nya, jadi saya belum mau ngucapin dulu deh. Hanya mau mendoakan saja semoga Pandji semakin sukses, semakin menginspirasi, selalu sehat, tetap humble, dan selalu bahagia bersama keluarga tercinta :)

Tuesday, June 2, 2015

Twin Run 2015 & Light Run Star Wars 2015

Beberapa waktu lalu, Jakarta sempat dipenuhi event lari setiap minggu. Bahkan kadang dalam 1 hari ada 2 acara lari, satu di daerah Senayan, dan satu lagi di daerah Alam Sutera.

Setelah booming, akhirnya sepi juga acara lari-larian itu. Tapi belakangan ini mulai banyak lagi. Dan dua event lari yang saya ikuti adalah Twin Run di Senayan pas tanggal 17 Mei 2015, dan yang baru minggu lalu Light Run Star Wars di Ancol tanggal 30 Mei 2015 kemarin.

Sebenarnya ga hobi-hobi amat lari, cuma daripada ga ada olah raga apa-apa. Ya udah kemarin-kemarin sempat rajin seminggu 1x antara hari Sabtu atau Minggu gitu jalan-jalan di jogging track di danau deket rumah. Jalan doank, karena sebenarnya ga kuat kalo lari terus =)) Klo diitung-itung sih banyakan jalannya daripada larinya.
Sama halnya kalo lagi ikutan event lari, banyakan jalan-nya, atau kadang malah ga ada lari-nya sama sekali :p

Twin Run 2015 kemarin diadain sama AIA, tema-nya Run To Save A Life, karena AIA akan menyumbangkan Rp. 400.000,- untuk pengobatan anak-anak penderita kanker bagi sepasang finisher yang mampu menyelesaikan sampai ke garis finish. Larinya cuma 2.5K kok, dan uniknya harus berpasangan, pakai baju yang super besarrrrr. Medali-nya juga bagus, bentuknya heart yang terbelah 2 gitu, buat sepasang finisher *saya pasangan gw cewe juga, jadi kurang romantis ya* hahaha..
Di event lari ini ada Pandji & Stenny lari berpasangan, dan beliau berdua ini emang aktif di Yayasan Pita Kuning, yang bergerak membantu pengobatan para anak-anak penderita kanker.
Saya sendiri ikut acara ini, karena satu dan lain hal maka saya sekarang lebih peduli dengan anak penderita kanker, dan ini salah satu cara yang bisa saya lakukan untuk membantu mereka.

Dan event lari yang baru aja kemarin, Light Run Star Wars di Ancol. Penyelenggara-nya MNC yang ternyata sekalian ngerayain Anniversary yang ke-9. Ini ikutan karena diajakin temen =)) Saya sendiri bukan penonton Star Wars dan ga tahu menahu mengenai tokoh-tokoh di film itu. Jujur sih, event-nya agak ga asik. Mungkin karena penyelenggara-nya ga biasa ngadain event lari =)) Masa udah pada siap-siap di garis Start, tapi ga dimulai-mulai juga karena masih harus nungguin bakal ada Cosplay tokoh-tokoh Star Wars. Ga penting menurut saya =)) Dan peserta pun kebanyakan jadi bete karena kelamaan nunggu basa basi-nya. Saya sendiri ga ikut sampai finish karena mendadak merasa ga enak badan. Jadi baru start dikit, langsung belok melipir cari air anget -_-" Yah lumayan lah dapet jersey League yang lumayan =))

Cita-cita sih mau rutin jogging pagi lagi, apalagi di komplek rumah sekarang ada jogging track kecil-kecilan, ga usah repot ke danau dulu. Semoga niat bangun pagi ya =D

Wednesday, April 22, 2015

2PM World Tour Go Crazy in Jakarta 2015

Aduh, saya belakangan ini emang jadi ke-Korea-an banget deh. Sampe-sampe konser 2PM saya tonton, padahal ga tau lagu-lagu mereka. Cuma tahu 1 lagu doank, Hands Up. Sisanya ntah haha..

Sebenarnya udah dari tahun lalu tahu kalau mereka mau konser di sini. Konser yang sedianya diadakan pada tanggal 5 Desember 2014 ternyata diundur katanya karena ada kendala teknis dan faktor keamanan di Jakarta. Ketika tahu konsernya di-reschedule jadi 28 Maret 2015, terlintas di pikiran saya “nonton aja kali yaa.. itung-itung kado ulang taun buat diri sendiri”. Tapi masih galau juga, ya karena ga tau lagu mereka sama sekali. Sampai akhirnya seorang teman bilang kalau ada gosip ini bakal jadi konser ‘terakhir’ mereka sebelum pada masuk wajib militer (kecuali Nickhun  kayanya karena dia orang Thailand). Terus lagi ada temen-nya temen yang jual tiketnya diskon 30%. Lah. Makin susah menolak keinginan untuk nonton kan =))

Akhirnya, kurang lebih 1 minggu sebelum konser, saat teman memutuskan untuk nonton, saya dan adik saya pun ikut-ikutan memutuskan untuk nonton juga. Kami beli tiket paling murah aja, untung masih tersisa. Beda dengan konser CNBlue tahun 2013 lalu, kepaksa beli kelas festival yang agak mahal karena kelas lainnya udah sold out. Dan saya kayanya ga suka nonton konser sambil berdiri =D

Beberapa hari sebelum menonton, saya kepikir untuk bawa masuk kamera DSLR saya alias menyelundupkan kamera ke dalam venue, karena sesuai ketentuan yang berlaku sebenarnya dilarang membawa masuk kamera professional ke dalam venue.

Di tanggal 28 Maret 2015, sekitar pukul 17.00 saya sudah sampai di depan Istora Senayan. Kerumunan fans masih terlihat cukup padat dan saya santai-santai dulu di mobil sampai sekitar jam 17.30 baru sibuk mengantri. Kamera, lensa dan baterai sudah saya amankan sedemikian rupa sehingga supaya ga ketauan waktu pemeriksaan tas. Semakin mendekati pos pemeriksaan, semakin deg-degan ampe gemeteran =)) ya namanya juga mo melanggar aturan haha..
Untunglah lolos. Fiuh! Teman dan adik saya ikutan deg-degan padahal saya yang melanggar aturan haha..

Begitu masuk ke venue, saya kaget “lah perasaan dulu waktu nonton badminton Istora ga sekecil ini deh”. Terus diperhatiin lagi, oalah.. ternyata kurang lebih hanya ½ Istora yang digunakan. Tapi ya lumayan, untuk penonton kelas Bronze seperti saya, jarak ke panggung tidak terlalu jauh dan kebetulan dapet duduknya juga agak di tengah, jadi ga nonton mereka dari sisi samping kiri. Not bad lah.

Tepat jam 18.30 konser-nya di mulai. Jujur sih lupa apa lagu pembukanya, bukan lupa. Tidak tahu tepatnya. Tapi sepertinya dibuka dengan medley beberapa lagu, salah dua-nya Go Crazy dan Heart Beat. Lagu Go Crazy ini semakin didengar semakin terngiang-ngiang di otak dan dinyanyiin mulu, padahal cuma tahu 1 kalimat doank “미친거 아니야

Seperti konser CNBlue dulu, saat penonton lain teriak heboh saat denger intro lagu yang akan dinyanyiin, saya juga ikut teriak. Teriak ikutan bikin ramai aja karena ga ngerti lagu apa yang akan dinyanyiin.
Sepanjang konser saya sibuk lirak lirik cari security karena uda gatel pengen keluarin kamera. As usual, konser pasti dilengkapi dengan panggung megah dan lighting yang keren banget. Makanya saya gatel selalu pengen bawa DSLR karena asal jeprat jepret asal settingnya pas juga pasti dapat foto yang bagus. Tapi sayang ternyata mas security duduk persis di belakang saya, berjarak beberapa bangku saja. Alhasil di awal-awal konser saya fokus nonton sambil sesekali foto pakai handphone saja.

Seperti CNBLue, 2PM juga sesekali berbicara dalam bahasa Indonesia. Ada Jun K yang tepe-tepe bilang “Mari berpacaran denganku” eaaa… Lalu Taecyeon yang kepanasan dan bolak balik ngomong “terlalu panas… terlalu panas” Chansung yang gemes gara-gara Taecyeon ga bisa-bisa ngomong “kembali lagi”. Walau lafalnya Chansung jadi “kembali yagi”, tapi cukup mirip lah yah haha… selebihnya ya ngomong yang standar lah “terima kasih sudah datang”, “aku cinta kamu”, dst-dst.

Yang bikin surprise adalah mereka nyanyi lagi “Satu-satu aku sayang ibu, dua-dua juga sayang ayah, tiga-tiga sayang adik kakak, satu dua tiga sayang semua-nya” sambil diiringi beatbox sama Taecyeon. Walau aransemennya jadi agak beda, tapi usahanya boleh juga lah.
Dan yang lebih surprise lagi adalah mereka nyanyiin lagu Dekat Di Hati-nya RAN. Dan lafalnya lumayan bagus. 2x pula nyanyinya. Yang ke-2 agak rusuh karena Taecyeon sama Jun K ber2an sibuk nyambung cuma di ujung-ujung kalimat doank. Akibat mereka nyanyi lagu ini, pulang nonton konser yang terngiang-ngiang malah lagunya RAN hahaha

Selain penampilan rame-rame ber-6, ada juga penampilan berdua-berdua dari masing-masing personil itu. Wooyoung sama Jun K, Nickhun sama Junho, dan Taecyeon sama Chansung. Yang Nickhun sama Junho tentu berkesan *karena gw doyan liatin Nickhun* dan lagu yang mereka bawain juga bertema slow mellow woles, judulnya Love is True.

Beberapa kali mereka ber6 bertukar kostum, dan pantes kepanasan. Kostum berlengan panjang di luar, dan kemeja di dalemnya lengan panjang juga. Klo dipake di Korea sih gpp lagi dingin. Lah Jakarta beberapa hari belakangan panasnya lagi ga kira-kira gitu. Pantes aja awal-awal Taecyeon muncul di panggung sambil bawa kipas angin kecil haha...

Konser berakhir hampir jam 9, kurang lebih 2,5 jam 2PM jejingkrakan di panggung. Dan buat lagu penutup, mereka nyanyiin lagi lagu Go Crazy. Akhirnya selain lagunya RAN, ada juga lagu 2PM yang nyantol di otak dan gw nyanyiin mulu, 아니 미친거 아니야!!

Pulang konser, untunglah ga terlalu macet untuk ke luar dari komplek Senayan, dan setelah bayar parkir tiba-tiba terdengar sirene di belakang. Wah!! Jangan-jangan rombongan 2PM. Dan beneran aja, ada 2 mobil Alphard yang beriringan dikawal om Polisi. Di dalam salah satu mobil itu temen sempet liat Junho yang lagi pegang HP jadi mukanya kena cahaya HP makanya bisa keliatan dari luar. Wuahh.. sayang gw ga liat wkwkw.. padahal akibat itu nyetir uda ga konsen, liatnya ke kanan bukan ke depan lagi =))

Semoga abis itu ga ada lagi godaan untuk nonton konser Korea -_-“

Beberapa foto hasil nyelundupin kamera bisa dilihat di bawah:



Nickhun & Junho nyanyi "Love is True"

Sedang merusuh pas nyanyi lagu-nya RAN, Dekat di Hati


"Game Over"

Taecyeon ntah ngapain pake kacamata item


See you again, 2 PM!

Ini dia tersangka yang bikin rusuh di akhir konser =))

Thursday, April 9, 2015

Bertahan Dari Dinginnya Korea Selatan



Perjalanan ke Korea Selatan kemarin merupakan trip ke-3 saya ke negara 4 musim. Pertama kali ke Taiwan di musim Semi bulan April 2013, tentu suhu udara sudah lebih bersahabat. Saya masih bisa pakai celana pendek dan kaos layaknya sedang jalan-jalan di negara tropis. Hanya pernah merasakan suhu terendah di 19 derajat Celcius dan masih bisa diatasi dengan menggunakan 1  jaket tipis dan celana panjang.

Perjalanan ke-2 adalah ke Brisbane, Australia bulan Agustus 2014 kebetulan memang winter tapi suhunya masih di atas 10 derajat Celcius, di kisaran 11-15 derajat Celcius. Ini saja persiapannya sudah cukup heboh karena judulnya saja sedang winter. Waktu itu saya minjem jaket agak tebal dari teman, minjem syal wool juga, bawa kaos kaos kaki wool & long john hasil belanja toko Djohan Mangga Dua, bawa syal kecil tipis hasil beli di pasar dekat rumah dan bawa long john Mark & Spencer kids hihi... Cukup dingin juga, tapi hanya pakai baju 2 atau 3 lapis sudah cukup tanpa perlu long john. Hoodie MBWT dari bang Pandji sudah cukup hangat, paling saya hanya memakai sweater 1 lapis lagi saja di dalam supaya lebih hangat. Ternyata syal kecil tipis yang saya punya juga udah cukup hangat. Tapi yang saya ingat betul jari-jari kaki saya kedinginan di malam hari padahal sudah pakai kaos kaki wool dan angin menjadi faktor utama yang bikin suhu makin berasa dingin.

Dan yang baru saja, perjalanan ke Korea Selatan saat winter Januari kemarin persiapannya tentu lebih heboh lagi. Dinginnya sampai minus, dan saya sendiri takjub sama tingkat survival saya di suhu -9 derajat Celcius dengan real feel -16 derajat Celcius hahaha.. Awalnya lumayan panik sendiri pas ngeliat weather forecast sejak kira-kira sebulan sebelum berangkat. Bahkan teman kantor yang pergi di awal Desember saat winter baru mulai saja sudah kena tampar suhu -7 derajat Celcius di malam hari. Apalagi saya yang akan berangkat di bulan Januari, yang kata orang Korea-nya sendiri merupakan bulan paling dingin di Korea. Ow ow.. gawat!!

Belanja perlengkapan sebelum berangkat ke Korea kemarin udah cukup menguras kantong haha.. semua-nya mahalll... dan saya menyerahkan urusan perlengkapan musim dingin ke Uniqlo karena banyak review mengatakan heattech miliki Uniqlo cukup bagus dan jauh lebih murah dibanding long john-nya Mark n Spencer. Banyak yang bilang ga usa beli banyak-banyak di sini, karena di Korea pasti bakal lebih murah. Nyatanya ga tuh, malah lebih mahal di Korea. Yah mungkin karena masalah rate yang agak tinggi sehingga harga di Uniqlo sana jadi lebih mahal. Di Uniqlo saya beli lumayan banyak tapi beli satu per satu ga langsung banyak. Saya beli jaket berbahan fleece, baju turtle neck berbahan fleece, sweater berbahan merino, atasan heattech (supaya murah beli yang kids dengan ukuran 150 – masih cukup banget), bawahan heattech (saya beli yang modelnya nyambung dari kaki jadi bisa buat kaos kaki extra kalo dingin, dan beli yang model celana biasa), celana kargo warm yang dalamnya berbahan fleece dan luarnya waterproof (biar ga basah klo main salju).

Satu lagi keunggulan heattech-nya Uniqlo, bahannya tipis, jadi ga makan space di koper, dan nyaman kalau buat dipakai berlapis-lapis *ga bikin keliatan bulky* Beda banget sama long john mangga dua yang tebal.

Untuk topi kupluk saya beli topi kupluk di Bandung yang ada tutupan kupingnya, dan nambah lagi 1 topi kupluk Pull n Bear. Syal saya masih pakai syal tipis saja dan minjem lagi syal wool yang dibawa ke Brisbane kemarin. Sarung tangan minjem ajah =))

Selesai urusan pakaian bagian dalam, giliran nyari jaket paling luar. Ga mau beli sih karena mikirnya sayang, cuma pakai 1x, ntar disimpen doank malah rusak lagi yang ada. Untunglah ada teman yang baru pulang dari Iceland dan punya perlengkapan musim dingin yang komplit. Jaket paling luar Columbia, mid layer Salomon, dan wind breaker Lafuma. Semua saya pinjem, termasuk dapat pinjaman daypack Vanguard yang ternyata berguna banget karena badan dan pundak bebas dari pegal dan sakit akibat membawa ransel selama berkeliling 10 hari di Korea.

Sehari-hari selama di Korea biasanya saya pakai 4 sampai 5 lapis pakaian. Urutan lapisan pakaian dari paling dalam sampai paling luar biasanya:
Heattech uniqlo – long john merino Cold Wear (optional) – pakaian biasa lengan panjang/turtle neck fleece/sweater biasa/sweater merino – jaket fleece/mid layer Salomon – jaket paling luar Columbia.
Untuk bawahan paling maksimal 3 lapis aja: heattech 2 lapis dan celana panjang. Kaos kaki biasanya 2 lapis karena heattech yang 1 sudah ada kaos kakinya juga. Dan di sana saya juga beli kaos kaki wool seharga 3.900 won dan cukup hangat dibanding kaos kaki wool yang saya beli di Toko Djohan Mangga Dua.

Demikianlah cerita perlengkapan perang selama musim dingin yang membuat saya survive di suhu -9 derajat Celcius =D Dan saya sekarang mengerti kenapa orang Korea kalau jalan cepat-cepat gitu. Dingin soalnya haha.. jadi pasti pengen cepet-cepet sampe.