Monday, March 30, 2015

Korea Selatan Winter Trip 2015 – part 6 (Ehwa Women University, Gwangjang Market, Mango Six Café & Dongdaemun, Incheon Airport)

Akhirnya sampai juga di hari ke-2 terahir di Korea, tapi jadi hari terakhir yang bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan karena keesokan harinya kami sudah harus kembali ke Indonesia menggunakan pesawat jam 9.45 pagi *sigh* Beberapa tempat berhasil kami kunjungi hari ini.

Dimulai dari Ehwa Womans University, sebuah kampus keren yang letaknya hanya 2 station dari Hongik University Station. Rasanya berada di benua lain begitu menginjakkan kaki di lingkungan kampus ini. Bangunan-bangunannya seperti di Eropa *padahal belum pernah ke Eropa juga*. Saya nge-redeem gratisan di Starbucks Ehwa Womans University (saat beli tumbler, saya dapat kupon yang bisa di claim di Starbucks mana saja di Korea untuk segelas minuman dan boleh ukuran venti pula), udah suhu di luar -2 derajat, tapi tetep order-nya red bean green tea frappucino :D
Nongkrong cantik di Starbucks pagi-pagi
Seminggu terakhir di Seoul kayanya udara makin dingin. Pagi itu di Ehwa, tangan udah mati rasa. Mau pake sarung tangan, tapi susah klo mo foto pake touch screen (kamera DSLR udah teronggok di dasar koper dari beberapa hari lalu haha). Sarung tangannya katanya sih yang buat untuk touch screen, tapi katanya… nyatanya… kadang bisa kadang ga =)) jadi mending buka sarung tangan dulu deh.
Anak kuliah madol :p
Kampus yang bangunannya bikin ga berasa lagi di Korea
Di sekitaran kampus ada banyak toko-toko dan saya sempat masuk ke Art Box, sebuah toko barang lucu-lucu yang kalau di Mall Taman Anggrek Jakarta, harga barangnya ga masuk akal banget, sementara di sini, harganya oke banget, dan saya belanja untuk acara tuker kado sama temen-temen di Jakarta.

Dari Ehwa kami menuju ke Gwangjang market, yang katanya ada food alley-nya. Kami ke sana naik metro, turun di Jongno 5-ga Station (line 1) exit 8. Pasarnya sendiri mungkin perpaduan Asemka, Glodok dan Pasar Baru. Dan begitu sampai di pasar, bagian tengahnya berjejer pedagang makanan yang ntah kenapa mostly jualannya mandu alias dumpling. Mungkin sedang winter jadi sangat pas kalau makan mandu. Kami mencoba mandu dan bibimbap. Lalu saya beli kimbab dan grapefruit juice yang dicampur soda. Dan bodohnya udah tau dingin, masih mau lagi waktu ditanya pake es ga haha.. Es-nya cuma 2 potong, tapi awet bener sampe minum-nya abis juga masih utuh *ya iyalah*
Mampir di salah satu penjual yang sepertinya warungnya buat tempat syuting Running Man
Sebenarnya saya dan seorang teman penasaran untuk mencoba octopus mentah yang langsung diambil dari akuarium sesaat setelah kita pesan, dan langsung dipotong kecil-kecil lalu dikasi minyak wijen. Geli sihh.. tapi penasaran. Tapi akhirnya ga jadi karena mahal bener.. 1 ekor octopus dihargai 15.000 won. Kalau ga bisa ngabisin kan sayang amat buang-buang uang. Akhirnya Cuma bisa liatin turis dari China yang lagi makan, dan sok kenal tanya “hao chi ma?” yang dijawab “hen hao wan” *nyesel ga nyoba, tapi mahal siii*
Ini penampakan octopus sebelum dipotong-potong di talenan dan dipindahkan ke piring lalu disajikan
Saat lagi liat-liat, tiba-tiba ada penjual yang menawarkan octopus yang sudah dibumbui seperti bumbu kimchi. Ih enak deh.. alhasil saya beli 1 kotak kecil untuk saya bawa pulang ke Jakarta dan saya buat kimbab isi octopus & timun. Enak..

Seorang teman punya request untuk mengunjungi Mango Six cafe yang digunakan untuk syuting drama Korea The Heirs. Kurangnya informasi yang dicari, menyebabkan kami salah tujuan. Mango Six sendiri ternyata tersebar di mana-mana. Di Hongdae sendiri ada 1. Setelah salah station karena yang dicari awalnya ternyata Mango Six tempat syuting drama Gentleman Dignity, akhirnya saya menemukan titik terang *tsah*
Mango Six Café tempat syuting drama The Heirs bisa dicapai melalui station Seolleung Station exit 2. Petunjuk arah ini juga saya dapatkan dari blog orang yang sudah pernah ke sana.

Akhirnya rombongan kembali terbagi menjadi 2, 1 rombongan menuju ke Mango Six Café dan 1 rombongan menuju ke Myeongdong karena ada yang harus dibeli di sana.
Sebelum pisah di station, foto dulu sama Nickhun ssi
Sesampainya di Mango Six, saya bener-bener ga inget gimana penampakan café-nya di The Heirs =)) padahal saya nonton tuh drama haha.. Temen saya yang request yang meng-iya-kan “betul ini café-nya”.
Kami ber-3 cuma pesen 1 minuman mango aloe vera (mahal boo), dan nongkrong bentar lalu foto-foto aja haha.. saat di dalam, ada juga rombongan lain yang sibuk foto-foto di spot yang kemudian saya tahu memang muncul di drama.
Wefie di depan Mango Six Cafe
Dari Mango Six café saya request untuk mampir sebentar ke Dongdaemun, penasaran karena pengen cari kaos oleh-oleh yang ada tulisan Hangeul-nya. Dari kemarin ga liat sama sekali di Myeongdong sama Hongdae. Begitu sampai di exit 8 Dongdaemun Station, ternyata langsung ketemu stall yang jual kaos-kaos itu. Harganya 4000 won untuk kaos warna putih dan abu-abu, sementara warna lain harganya 5000 won. Untunglah sempat ke Dongdaemun walau akhirnya saya ngaret dari jam janjian yang sudah ditentukan.

Malam itu kami kembali makan di Yoogane namun yang di Hongdae. Ahh.. makan malam terakhir di Korea. Ga pengen pulang. Ternyata saya betah di Korea, walau awal-awal sempet bilang ke temen “ah kayanya ga mau balik lagi ke Korea. Ribet sama bahasanya” tapi ternyata makin lama makin cinta sama Korea.
Sungguh, saya ga pake blush on
Sambil menyempatkan diri untuk belanja-belanja *lagi* Belanjaan kali ini bener-bener produk perawatan muka semua, soalnya baju di sana selain mahal, banyakan juga untuk winter. Bisa berkuah kalo pake di Jakarta =)

Hari ke-9, saatnya kembali ke Indonesia. Jam 5 pagi kami sudah geret-geret koper ke station Metro terdekat. Kami naik Arex dari Hongik University Station ke Incheon Station. Untunglah tidak perlu transfer jadi kami tinggal naik dan tidur, lalu sampailah kami di Incheon. Koper saya beraattttt.... roda-nya pun tak mau berkompromi. Koper 4 roda saya akhirnya terpaksa saya tarik layaknya koper 2 roda. Sampai di sana saya dan 2 orang teman tidak langsung antri check in karena mau mengusahakan tax refund. 
Prosesnya terdiri dari 3 tahap. Sebelum masuk ke imigrasi, ada 2 hal yang harus dilakukan yaitu mendapatkan stamp dari bagian tax refund, kemudian ke mesin yang ada di sebelahnya untuk mengakumulasi total tax refund yang kita dapat dari kumpulan struk belanja yang kita punya. Dan tahap terakhir yaitu menuju ke mesin di dekat gate 27 setelah check in dan stamp imigrasi untuk mendapatkan cash-nya. Lumayan hasil lari-larian di bandara kemarin menghasilkan 19.500 won.
Baju udah mulai menipis, bersiap menghadapi suhu 30-an derajat Celcius lagi 
Jam 9.45 pesawat lepas landas meninggalkan bandara Incheon menuju KLIA 2 di Kuala Lumpur, di mana kami transit 3 jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta.
Di dalam Air Asia X menuju Kuala Lumpur
Holiday is over. Tapi sampai sekarang saya belum move on. Terlalu banyak keriaan dan kegembiraan yang kami ciptakan dan rasakan di sana. Dinginnya winter Korea tidak menyurutkan semangat kami untuk jalan-jalan terus di sana, bahkan ada satu malam yang dingin banget sampe muka kaku tapi saya masih keliaran di Hongdae sampai jam 12 malem. Begitu kedinginan, tinggal masuk ke toko aja, liat-liat, lalu keluar lagi hahahaa.. 10 hari pun tidak cukup rasanya untuk menjelajah Korea Selatan. Mungkin harus ikut summer camp selama 5 minggu di sana atau ambil scholarship S2 selama 2 tahun baru puas haha...

Quote yang bilang bahwa yang penting bukan ke mana kita bepergian, tapi siapa yang jadi partner selama bepergian itu benar adanya. Karena teman perjalanan yang seru-seru ini, ga pernah ada abisnya kami ngebahas perjalanan selama 10 hari kami di Korea. I’m gonna miss all the laughter and fun during this trip =)) So girls, where’s our next destination??

Monday, March 2, 2015

Korea Selatan Winter Trip 2015 – part 5 (Myeongdong, Hongdae, Lotte Mart)



Hari ke-7 di Seoul, harinya shopping. Sengaja shoppingnya di hari-hari menjelang pulang biar ga keabisan uang di hari-hari awal haha..

Pagi-nya saya dan seorang teman berangkat dulu karena mau ke kantor pos di Myeongdong untuk kirim postcard yang kemarin saya beli di N Seoul Tower. Sesampainya di kantor post saya bingung harus ke loket yang mana. Sambil celingak celinguk, eh ada mesin untuk kirim surat. Lalu saya coba dan voila, postcard saya langsung diproses untuk dikirim hanya dengan biaya 580 won. Dan setelah 3 minggu, akhirnya kartu pos sampai juga di Jakarta dengan keadaan masih bagus dan mulus seperti saat saya kirim
Bergaya di depan mesin buat kirim surat - norak ya :p
Selesai dari kantor pos, saya bergabung kembali dengan 4 orang teman yang lain. Kami menuju ke M-Plaza di Myeongdong untuk berfoto menggunakan hanbok – gratis :D kemudian membeli tiket Cookin’ Nanta untuk show jam 2 siang. 
Cuma dikasi 10 menit buat 6 orang foto-foto

Tiket Cookin' Nanta ternyata 50.000 won *mahal*, tapi bagus show-nya. Dan ada sesi foto bersama crew-nya. Kami ada di antrian pertama untuk foto haha.. 
Yellow Team Cookin' Nanta with us :)
Sehabis menonton, kami lihat-lihat Gereja Katedral yang ada di Myeongdong – kebetulan sedang ada misa sore itu, tentu dalam bahasa Korea.
Myeondong Cathedral
Akhirnya, saatnya shopping. Kami pun keluar masuk toko mulai dari Daiso, toko sepatu ABC Mart dan toko produk perawatan muka yang tersebar di Myeongdong.
Lucunya lagi saya ketemu dengan seorang teman orang Malaysia di salah satu toko kosmetik. Korea kan gede ya, random abis bisa ketemu di situ haha.. 

Malam itu kami mencoba buddae jjigae alias army stew, seketemunya aja di Myeongdong, dan rasanya juga enak. Katanya dinamai army stew karena para tentara suka memasukkan semua bahan makanan ke dalam panci supaya gampang makannya. Kalau army stew ala Kim Jong Kook-nya Running Man, ga pake mie instant supaya sehat haha..
Suasana malam hari di Myeongdong
Loving my New Balance Shoes. Looks nice, right? :p
Pulangnya semua sibuk menenteng berbagai kantong-kantong belanjaan ;p Kalap nih yee.. Sayapun demikian -_-“ kuteks faceshop yang cuma 1000 won itu racun banget. Bandingkan dengan harganya di sini yang 59.000 rupiah.
Barang belanjaan kami. Sepatu yang difoto juga termasuk belanjaan yang langsung dipake hahaha
Setelah seharian di Myeongdong, besoknya sebenarnya kami mau ke Gwangjang market, tapi karena keburu keliaran di daerah Hongdae akhirnya kami reschedule lagi jadwalnya. Hari ini cukup di Hongdae area dan Lotte Mart di Seoul Station saja. Hongdae ini sebenarnya cukup lengkap, cuma mungkin Myeongdong lebih terkenal aja untuk belanja dibanding Hongdae *analisa sok tau*
Abiko Curry di Hongdae
Penampakan pork curry-nya. I love it!
Lalu seorang teman yang doyan Hello Kitty request ke Cafe Hello Kitty di Hongdae. Waduh, saya mabok di dalem. Pinky abis interior dan warna di dalem-nya. Dari Hello Kitty Cafe kami langsung ke Seoul Station untuk belanja di Lotte Mart yang ada di sebelah Seoul Station. Ada Lotte Outlet juga di sana. Tapi karena keterbatasan waktu, kami cuma liat-liat bentar di outlet dan cuma punya waktu kurang lebih 30 menit untuk liat-liat di dalam Lotte Mart. Cukup kah waktunya? Ga banget! Apalagi saat itu Lotte Mart-nya lagi rame banget, jadi susah juga untuk bergerak cepat. Tapi ada untungnya juga karena semakin lama di dalam, belanjaan saya pasti akan bertambah. Tapi kan pengen puas-puasin liat-liat barang yang dijual di Lotte Mart sana ;p 

Oh iya, belanja di sana tidak otomatis dapat kantong plastik. Kantong plastik dijual 100 won, sementara kantong kertas dijual 1000 won. Troly-nya juga baru bisa dipakai kalau kita masukkan koin 100 won ke dalamnya, dan nanti saat kita kembalikan troly-nya ke tempatnya, koin 100 won-nya bisa kita ambil lagi. Untunglah saya bawa tote bag sehingga belanjaan saya bisa ditata masuk ke tote bag itu. 3 orang kawan sampai harus menata barang-barang belanjaannya ke dalam kardus dan mem-packing layaknya orang mo mudik lebaran. Disediakan berbagai ukuran kardus bekas, lakban dan pita untuk mengikat kardus. Sebagai souvenir, saya ambil saja pita bertuliskan lotte mart untuk dibawa pulang *ga penting banget* 

Malamnya kami kembali makan di Sae Ma Eul Sikdang di Hongdae. Duh, kami jadi khawatir karena standard makanan Korea kami meningkat, dan di Jakarta belum ada yang seenak ini. Kalo kangen kan jauh dan mahal untuk balik lagi haha...
Sebelum makan, wefie dulu di Hongdae

Tuesday, February 24, 2015

Korea Selatan Winter Trip 2015 – part 4 (Ski & N Seoul Tower)

Hari ke-6 di Seoul, jam 5 pagi kami sudah bangun untuk bersiap-siap dan nunggu jemputan jam 7 pagi. Saat ke luar kos, jam 7 pagi masih berasa jam 5 pagi di Jakarta. Gelap gulita dan dinginnn…. Karena weather forecast bilang memang hari ini suhu udara nya sekitar -7 derajat Celcius.

Ngapain keluar pagi-pagi buta? *padahal jam 7 ga buta-buta amat juga ya pagi-nya*

Saatnya bermain ski!

Saat nonton variety show "We Got Married", pasangan Yong Hwa CNBlue dan Seohyun SNSD pergi bermain snowboarding. Dari sana tiba-tiba terlintas di pikiran saya, "Wah, boleh juga nih ke Korea pas winter. Nyobain main snowboarding" Tapi akhirnya jadi main ski, karena snowboarding pasti lebih susah dari ski :D

Saya ikut sebuah paket one day ski seharga 65.000 won yang sudah termasuk penjemputan dan pengantaran kembali ke penginapan, instruktur ski dan perlengkapan ski kecuali goggles. Saya pikir goggles tidak terlalu diperlukan, ternyata berguna sekali karena salju + terik matahari = silau. Setelah dijemput di kos, kami kemudian pindah mobil yang lebih besar dan bergabung dengan rombongan lain. Saya pikir bakal jadi tur privat karena kami sudah ber-6, ternyata kami bergabung dengan rombongan lain, ada yang dari Filipina, Hongkong, China, dan kami ber-6 dari Indonesia.

C.K alias Crazy Korean, instruktur kami adalah seorang atlit ski semi pro. Instruktur merangkap guide :D Dalam perjalanan menuju Jisan Ski Resort, C.K menginformasikan secara general mengenai ski. Menurut dia, kebanyakan cewe-cewe lebih jago daripada cowo *merasa tersanjung*
Perjalanan ke Jisan Ski Resort tidak terlalu lama, kayanya cuma sekitar 1 jam lebih dikit deh udah sampe. Kami berhenti di toko yang menyewakan perlengkapan ski. Kami kemudian bebas memilih baju ski yang ada. Wow.. colorful abis. Sampe bingung mo pake baju warna apa *sayang ga ada yang moto pilihan baju ski yang tergantung berjajar banyak sekali*. Di sini kami bertukar baju & celana (dari yang tadinya berlapis-lapis, saya hanya tinggal pakai heattech dan 1 lapis baju berbahan fleece), menyimpan syal (kata C.K: “syal ga cocok buat ski”), meminjam goggles (sewa seharga 10.000 won) & gloves, dan tidak lupa mengantungi chap stick alias lip balm karena C.K sudah wanti-wanti jangan lupa bawa chap stick dan pakai sun block. Tas, baju-baju dan harta karun lain disimpan di dalam mobil yang akan dikunci selama kami bermain ski.

Selesai bertukar kostum, kami menuju ke ski resort yang tidak jauh dari toko. Sepatu ski, board & stick ski baru kami dapat saat sampai di ski resort.
C.K mengukur kaki kami dan memberikan secarik kertas yang berisikan ukuran kaki kami untuk diserahkan ke counter persewaan sepatu.

Astaga, sepatunya berat, board-nya berat =)) 1 hal lagi yang selalu ditekankan C.K “selalu gunakan gloves jika sedang berurusan dengan board, karena ada blade di board yang kalau ga hati-hati bisa melukai tangan”.
Ski gear kami
Selesai dengan urusan sewa menyewa, kami diajari cara memakai sepatu ski, dan cara berjalan dengan sepatu ski, termasuk urusan naik dan turun tangga. Semua ada trik-nya.

Untuk berjalan biasa, bengkokkan lutut sedikit dan ikuti aja maunya si sepatu. Sepatu akan membuat badan kita selalu cenderung terdorong ke depan.

Untuk naik tangga, sekali udah naik tangga, jangan pernah berhenti di tengah-tengah, langsung selesaikan sampai atas karena susah untuk memulai lagi kalau pakai berhenti. Bisa-bisa malah jatoh.
Untuk turun tangga, jangan sekali-sekali turun tangga seperti biasa kalau kita turun tangga. Bisa-bisa langsung jatuh ngegelundung karena sepatu akan membuat badan kita selalu terdorong ke depan. Jadi kalau mau turun tangga harus menyamping ala jalan kepiting :p

Setelah berbagai perjuangan berjalan dan naik tangga memakai sepatu ski yang kaku, akhirnya kami sampai juga di hamparan salju dan langsung berbaris untuk mendapat instruksi selanjutnya dari C.K.


Briefing dulu
Dia mengajari kami basic-basic ski yang perlu kami ketahui sehingga lain kali kami sudah bisa survive jika bermain ski ke resort yang lain. Kami memulai dengan pemanasan bersama, menggerakan seluruh badan supaya ga ada yang cedera nantinya.

Kemudian diajari cara memegang stick yang benar, yaitu jangan pernah mengalungkan tali yang ada di stick ke pergelangan tangan. Karena katanya sebenarnya jika sudah meluncur, stick ga diperlukan lagi, dan kalau sampai mau jatuh, buang aja stick-nya. Bayangin kalau mo ngebuang stick tapi tali sticknya masih nyangkut di pergelangan tangan. Efeknya bisa fatal karena yang namanya jatuh kan cepet bener, bisa-bisa stick yang masih nyangkut di pergelangan tangan malah bikin keadaan makin runyam.

Cara jatuh juga diajarin loh. Kita harus membungkuk serendah mungkin dengan tanah,menyimpan tangan ke dalam dan jatuh dengan bahu duluan. Jangan pernah menahan badan pakai tangan saat mau jatuh. Tangan bisa patah karena ga kuat menahan berat badan *segitu beratkah saya?*.

Abis jatuh, diajarin juga berdiri-nya gimana. Mesti dari posisi berlutut lalu berdiri. Tapi sayangnya dia lupa ngajarin gimana berdiri kalau board masih kepasang =)) jadi yang ada kami harus saling bantu kalau ada yang jatuh dengan ngelepasin salah satu board yang terpasang, atau kalo ga bisa, ya tinggal panggil C.K aja :p

Abis itu diajarin cara masang sepatu ski ke atas board. Setelah semua pas, tinggal tekan aja tumit sampai bunyi “klek”, ok udah kepasang dengan kencang deh. Cara ngelepas board lebih gampang lagi. Misal angkat kaki kanan yang masih kepasang boardnya, terus pakai board itu buat ngelepas klep yang ada di board kaki kiri. Begitu udah kelepas, tinggal angkat kaki kiri yang tinggal pake sepatu buat nginjek klep yang ada di board kaki kanan. Beres deh.

Sebenarnya ada 1 cara lagi buat ngelepas, yaitu dengan bantuan stick, tapi kayanya tenaga saya kurang gede karena klep-nya ga bergeming haha..

Foto-foto, it's a must!
Yes, we had a lot of fun :D 

Untuk meluncur C.K selalu menekankan agar kami merapatkan lutut supaya 2 board selalu dalam keadaan lurus dan sejajar. Kalo ga ngerapetin lutut, cenderungnya board akan kebuka kaya ngebentuk huruf H dan makin kebuka gede sampe kita kaya mau split hihi…
Sementara untuk ngerem, harus bikin supaya board bagian depannya menyatu (tapi ga boleh sampai bersilangan) dan bagian belakang kebuka, kaya ngebentuk huruf A. Badan harus rileks supaya meluncur-nya lancar.

Abis lunch kami dapat private course dari C.K, satu-satu didampingi meluncur turun ke bawah sambil disuruh "make an A, wider, wider" Dalem ati, "ini udah very wide, mo se-wide apa lagi, udah encok nih kaki" hahaha..
Saya minta teman saya merekam saat saya perlahan-lahan meluncur turun sambil kaki membentuk huruf A, ini dia videonya:



Selesai sudah pelajaran singkat dari C.K, dan saatnya kami bermain-main sendiri. Ternyata seru juga ya main ski. Satu orang teman saya mengundurkan diri saat briefing karena takut mencoba. Tiga orang teman yang lain sibuk mengomeli saya "Santi!! ini siapa ya yang ngajak main ski! Susah, sakit nih badan hahaha" Sementara saya dan 1 orang teman sibuk menikmati meluncur-meluncur di atas salju dengan board kami haha..

Saking menikmati-nya, ga kerasa uda jam 14.30 yang berarti kami sudah harus kembali ke toko untuk bertukar baju dan kembali ke Seoul. Lain kali saya mau ski lagi, dari pagi sampai sore haha..
Bersama instruktur keren, C.K
Dalam perjalanan pulang, sebagai bagian dari paket tour yang kami ambil, kami mampir ke Ginseng Center milik pemerintah Korea dan saya tergoda beli ekstrak ginseng (bukan ekstrak kulit manggis) yang harganya astaga mahal-nya *tp kok ya tetep dibeli*

Dan kami request untuk di-drop di N Seoul Tower saja daripada dipulangin ke kos =)) Kebetulan deh, daripada ribet cari jalan ke sana :D Kami di-drop di area boarding untuk naik cable car ke pelatarannya N Seoul Tower. Tiket cable car-nya seharga 6.000 won dan waktunya pas banget sama sunset, jadi kami dapat bonus pemandangan indah siluet-siluet ranting pohon yang meranggas akibat winter dengan background langit berwarna jingga di garis horison-nya + lampu-lampu kota yang sudah mulai menyala.
No edit - emang aslinya udah cantik
Nice picture captured by my friend - pic credit: @indogurl05
Gembok-gembok bertebaran di N Seoul Tower
Dan malam makin dingin, -9 derajat Celcius. Jadi kami menutup hari ini dengan pergi makan ke Myeongdong Gyoja untuk menyeruput hangatnya kuah mie pangsit :D
Porsi-nya besar, tapi abis juga >,<

Monday, February 23, 2015

Korea Selatan Winter Trip 2015 – part 3 (Seoraksan, Everland)

Seoraksan, we’re coming! Berbekal tiket yang sudah kami beli 1 hari sebelumnya, kami menaiki bus menuju Sokcho. Bus antar kota Seoul-Sokcho ini bagus, bersih, nyaman dan on time sekali. Di perjalanan kami semua tertidur, maklum lah, turis ogah rugi jadi selalu pulang malam akibatnya kurang tidur hahaha. Sampai saat saya terbangun dan melihat ke luar, salju masih terhampar banyak di luar sana. Ntah berapa derajat suhu di luar saat itu karena kaca bus berembun sangat tebal sampai harus saya lap pakai tangan dulu baru bisa melihat ke luar. 
Bus ke Sokcho yang nyaman dan lega
Bus sempat berhenti sebentar di rest area, dan suhu nya saat itu kalau tidak salah -4 derajat Celcius. Kami semua sudah pakai baju terhangat kami karena khawatir di gunung bakal lebih dingin daripada di Seoul. 

Sesampainya di terminal Sokcho, kami langsung naik bus umum menuju Seoraksan. Tourist Information Center yang ada lagi tutup, mungkin mbak-nya lagi makan siang :p Jadi tanpa tanya-tanya kami dengan pede-nya langsung naik bus no. 7 yang kami temui tanpa bertanya dulu ke pak Driver benar ga menuju ke Seoraksan. Sampai saya sadar salah arah karena melihat papan petunjuk arah Seoraksan panahnya menunjuk ke arah yang berlawanan dengan laju bus *tepok jidat* Kami langsung buru-buru turun dan menyebrang jalan untuk naik bus yang benar. Ternyata kami sudah cukup jauh salah arah-nya, sampai-sampai bus yang kami naiki tadi sudah muter balik dan pak Driver-nya senyum-senyum liat kami yang tadi salah naik bus, turun, dan sekarang naik lagi bus yang sama tapi sudah ke arah yang benar. Oh iya bus-nya hanya bisa bayar pakai Cash Bee atau cash 1.200 won. T Money ga laku di Sokcho :p Perhentian terakhir dari bus ini adalah pintu masuk menuju ke Seoraksan.


Perjalanan menuju Seoraksan - salju masih lumayan tebal juga

Semakin dekat, saya semakin excited dan salju semakin banyak :D
Sampai di Seoraksan kami langsung bergerak cepat karena jam 16.30 kami sudah harus naik bus lagi kembali ke Seoul. Tiket masuk Seoraksan 3000 won, dan tiket cable car-nya 9000 won. Kami dapat giliran naik cable car jam 15.15. Untunglah masih bisa naik cable car. Sambil menunggu waktu naik cable car, kami keliling-keliling, foto-foto, main-main salju, sambil cuma bisa “wow.. keren..”, “waaaa….” *nganga*, “gila ini bagus banget”. Pemandangan Seoraksan saat winter sangat indah. Pohon hanya tersisa ranting-rantingnya saja, tapi salju yang masih bertebaran di mana-mana membuat pemandangan menjadi sangat indah. Sungai juga cuma ada airnya dikit, sisanya jadi es. Berjalan juga harus extra hati-hati kalau tidak mau kepleset :p
Dengan berbekal daypack pinjaman yang nyaman, badan saya bebas pegal-pegal selama di Korea :D

Benar-benar ternganga lihat pemandangan ini

Seoraksan, sarangheyo
Sekitar jam 15 kami ke boarding area-nya cable car untuk mengantri naik. Ternyata orang-orang udah pada rame ngantri, jadi ga kebagian berdiri di pinggir deh.. sepanjang jalan liatin kepala orang doank haha.. Sayanggg waktunya terlalu mepet. Kami ga sempet tracking sama sekali. Padahal pasti di atas salju masi tebel deh. Ga lama kemudian kami langsung antri untuk turun lagi naik cable car. Untung lah pas turun kami antri paling depan, jadi begitu masuk cable car langsung cari posisi di pinggir supaya bisa menikmati indahnya pegunungan ditutupi salju. Asli kece abis!
Naik cable car, begitu sampe, liat salju terhampar, langsung norak :p

Seoraksan tertutup salju

Tebing-tebing yang tertutup salju dan ranting pohon yang meranggas, indah!

Sungai memutih terisi salju
Begitu turun dari cable car, udah ga ada waktu lagi, kami harus buru-buru kembali ke terminal bus Sokcho. Larii… tapi takut kepleset =)) untunglah ada taksi di depan dan untung nya lagi saya sempat memoto bagian depan terminal bus yang ada tulisan Hangeul-nya. Jadi tinggal kasi tunjuk foto ke paman driver, dan dia sudah tahu kami mau ke mana. Lesson learned hari itu: kalo ke Seoraksan ambil bus paling pagi, dan pulang dengan bus paling malam supaya puas mengeksplor Seoraksan.

Ternyata macet-nya Jakarta membuntuti kami sampai ke Korea >,< Seoul – Sokcho di pagi hari yang hanya sekitar 2,5 jam. Ehh Sokcho – Seoul jadi 4 jam. Ntah ada apa tapi macet-nya ga kira-kira. Untung punya bekal onigiri yang saya beli di 7-11 tadi pagi *ngunyah onigiri*

Kami sampai di Seoul sudah sekitar jam 20.30 malam. Dan akhirnya mutusin makan malem di daerah deket kos-an aja. Sesuai rekomendasi teman, kami makan di sae ma eul sikdang. Makanannya bakar-bakaran gitu. Enyakk bangets.. 6 orang cewe makan 7 porsi daging + 2 jenis sop-sop-an (emang kami makannya banyak sih).
Cheers!!
Besok-nya, hari Senin kami ke Everland. Sengaja milih hari Senin karena kalau weekend takut terlalu ramai. Saya salah kostum hari itu. Niatnya mau gaya pakai coat, ternyata coatnya tidak hangat sama sekali. Sengsara bener salah kostum saat winter. Sampe kepikir mo beli jaket lagi tapi sayang amat uangnya *pelit* untung ga sampe sakit karena kedinginan seharian haha. Mungkin dopping ginseng tiap hari yang bikin saya bisa survive di dinginnya Korea selama 10 hari.

Untuk ke Everland, bisa dicapai dengan naik Metro dan turun di Jeondae. Everland Station (Ever Line), dari exit 3-nya nanti akan ada shuttle bus gratis ke Everland. Berbekal passport, kami dapat tiket masuk seharga 37.000 won karena memang ada diskon untuk foreigner.

Suasana di dalam Metro
Everland ini theme park, dan beberapa orang teman sudah tahu saya ga pernah niat sama theme park. Bukannya kenapa sih, saya ga berani main yang memacu adrenalin. Dan tiket masuk theme park cukup mahal. Rugi bukan sudah bayar mahal-mahal tapi cuma foto-foto doank? Tapi untungnya Everland ini berbeda, karena di dalamnya ada Taman Safari dan Taman Lampu seperti di Garden of Morning Calm. Sayangnya kami tidak keluar dari pagi, jadi waktu untuk mengeksplor Everland juga tidak banyak. Kami cuma sempat nonton konser hologram-nya Big Bang *oke, sekarang saya sudah hafal siapa saja personil Big Bang*, nonton pertunjukan hewan, naik bus keliling taman safari, masuk ke wahana 3D nonton Rio dan foto-foto di Taman Lampu. Wahana snow tubing yang ada di dalam Everland juga tidak sempat kami jajal karena keburu tutup saat kami akan mengantri. Teman saya mau naik rollercoaster yang lintasannya terbuat dari kayu, tapi sayang wahana ini tutup selama winter. Mau naik rollercoaster yang biasa ternyata antri-nya panjang juga.

Masih sepi padahal sudah jam 1 siang

Salah kostum hari itu - dingin tapi cuma pake coat doank
Singa laut yang sangat aktif - mungkin dia lapar

Liger - perkawinan silang antara Lion & Tiger
Taman Lampu di Everland - keren abis!
Lorong lampu yang indah
I love blue
사랑합니다
Kami keluar dari Everland menjelang Everland tutup :p :p Dan malam itu kami delivery aja Jjamppong (seafood noodle) & Jajjangmyeon (black bean noodle) dengan bantuan tante pemilik kos. Satu hal baru yang saya temui, ternyata mangkok yang digunakan untuk Jjamppong & jajjangmyeon bukan mangkok sekali pakai, jadi setelah selesai makan kami diminta untuk meletakkan mangkok di luar pintu aja supaya bisa mereka ambil kembali. Dan benar saja, besok pagi-nya mangkok udah diambil lagi.

Kekenyangan makan, kami pun tidur dengan nyenyak untuk bangun pagi lagi karena besok adalah highlight dari kunjungan ke Seoul :p